siapa yg membantah kalau dunia adalah cobaan untuk manusia?
menurutku itu tepat.
siapapun yg melihat entri ini, sudah seharusnya ia bersyukur kepada Allah atas apa yang telah diberikanNya kepada kita semua.
aku lahir di Palestina, tepat pada tahun baru yaitu 1 Januari 2000. keluargaku dan aku sendiri tinggal di daerah jalur Gaza. aku bahagia sekali. ibuku yg cantik dan baik slalu merawatku dgn kasih sayang. ayahku bekerja sebagai karyawan bank dan selalu menyempatkan waktu di rmh bersama keluarga dan ayahku itu pekerja keras. untunglah kami adalah keluarga yg berkecukupan. sejak kecil ayah ibuku mengajarkan shalat agar senantiasa mengingat Allah SWT. ibuku selalu bercerita ttg keindahan surga firdaus yg akan membuat hati menjadi tentram bagi stiap org yg melihatnya. setiap malam ayah membimbingku utk mengaji agar aku dpt mengamalkan isi dari kitab suci Islam yg agung yaitu Al-Qur'an. setiap bulan kami mengunjungi rmh kakek nenekku dan sanak saudara lainnya. kami sangat bergembira dpt bersilaturahmi satu sama lain. di sekolah, prestasiku cukup bagus. semua teman baik kepadaku dan guru-guru yg bijaksana sngt menyayangiku. aku merasa menjadi anak yg paling beruntung di dunia ini.
tetapi semua itu berubah ketika beberapa orang memakai seragam tentara dari negara lain masuk ke wilayah kami, di jalur Gaza. kata orang-orang setempat, mereka berasal dari Israel, sarang bagi penganut yahudi. aku takut melihat orang2 itu. rumahku yg begitu nyaman seketika luluh lantak akibat serangannya. adikku yg baru berusia 5 tahun tewas tertembak peluru nyasar bersama anak-anak lainnya ketika sedang bermain oleh tentara Israel. pamanku yg sedang sekarat dan berada di ambulans, meninggal dgn sekejap karena ambulansnya sendiri juga diserang Israel. Dlm waktu sekejap, tanah kelahiranku hancur lebur. ayah menjadi lumpuh gara-gara tertembak kakinya. ibuku jg penuh luka parah. aku merasa bersalah karena, sepertinya, hanya AKU yg selamat. kulitku masih bersih, walaupun ada debu sedikit. kami mengungsi bersama warga lain yg selamat. tp di sana, kami kekurangan makanan. padahal saat itu tepat pada hari ulang tahunku yang ke-9. Lama kelamaan tubuhku jadi semakin kurus.
waktu semakin lama berlalu. aku yg masih kecil, masih blm tahu bnyk ttg dunia luar. mengapa mereka begitu kejam dgn membunuh ratusan warga sipil tak berdosa? apa aku masih terlalu kecil utk mengetahui sebabnya? aku meminta ijin kepada ayah ibuku utk pergi. tadinya aku ingin mengajak mereka, tapi dgn kondisi seperti itu, aku tak bisa. apa aku anak yg durhaka? akhirnya aku tdk jadi pergi, setelah berpikir berulang kali. tapi utk keluar sebentar, aku diperbolehkan.
sunyi senyap. itulah keadaan Gaza sekarang. ada kurang lebih 4 orang tentara Israel berjaga-jaga. aku melihat sekolahku yg rusak. rumahku....ya hancur. aku terus berjalan dgn diam-diam. tp kelihatannya tak berhasil. seorang tentara Israel menemukanku dan mengarahkan senapannya kepadaku. aku hanya bisa diam. aku hanya anak kecil, tak tahu harus berbuat apa. namun tiba-tiba, ia tak jadi menembakku. aku bingung, padahal kukira ini akan menjadi hari terakhirku melihat dunia. ia meneteskan air mata. ia berkata,
"Pergilah nak, sebelum yg lain menemukanmu."
aku belum mau pergi begitu saja. maka aku pun bertanya kepada tentara itu,
"untuk apa? aku sudah ditakdirkan terbunuh di sini."
"tidak. kau masih ada kesempatan utk hidup."
aku tak mengerti apakah ini jebakan atau tidak.
"sekarang aku ingin bertanya kepadamu. mengapa kau membunuh ratusan org yg tak berdosa? mengapa?! paman dan adikku serta teman-temanku yg lain mati karena ulah pasukanmu!!! apa salah kami semua?"
"kalian tak bersalah."
"lihatlah! kami kekurangan makanan gara2 kalian!!"
setelah aku melihat lencana di bajunya, ternyata yg aku teriaki itu adalah pemimpin pasukan Israel. bukankah harusnya ia membunuhku?
"semua kulakukan demi keluargaku. aku terlibat utang dgn rentenir. tapi pemerintah menjanjikan uang kepadaku bila aku menyelesaikan misi ini. kalau ini tak terjadi, mungkin saat ini aku sedang makan siang di restoran bersama keluargaku."
"tapi yg kau lakukan adalah dosa besar.
"aku tahu. setelah ini berakhir, aku ingin melepas jabatan ini, bertobat, menjadi warga sipil dan kembali bersama keluargaku. sudah malam. sekarang pergilah. aku tak tahu apa yg akan dilakukan oleh anak buahku. ayah ibumu menunggu."
"baiklah, selamat tinggal, pak."
"selamat tinggal, nak."
setelah ia pergi, aku merenung dlm pikiranku. ternyata banyak org di luar sana yg blm beruntung, atau bisa dibilang, 'LEBIH' kurang beruntung seharusnya aku bersyukur kepada Allah SWT karena aku tak harus berbuat jahat untuk bertahan hidup. aku sampai di pengungsian dan aku menceritakan semuanya kepada ayah ibu dan jg pengungsi2 lainnya. wah....ternyata sumbangan makanan sudah datang. aku makan dgn lahap sampai kenyang. apa yg telah menimpaku saat ini adalah cobaan agar meningkatkan iman kepada Allah. aku hanya bisa bersyukur, walaupun kini setengah dari keluargaku sudah tiada. tapi yg pasti, aku masih memiliki ayah dan ibu yg kini kondisinya mulai pulih. beberapa saat kemudian Israel mengumumkan gencatan senjata. kami kembali beraktivitas seperti biasa. kuharap kejadian ini tak terulang lagi dan untuk jendral yg pernah kutemui itu, kuharap ia dpt berkumpul kembali bersama keluarganya.
kawan, ini hanya fiktif belaka. aku mengisahkan ini agar memberi pelajaran kepada kita semua bahwa dunia dan isinya adalah cobaan utk kita semua. bila iman kita kuat, kita akan bisa melaluinya dgn sempurna dan surga, Insya Allah, adalah masa depan kita. bila tidak, kita akan dipenuhi rasa sesal seumur hidup dan nerakalah masa depan kita. kalau kisah ini benar terjadi di Palestina, ya..............pokoknya ambil saja sisi baik dari kisah ini.
24 Januari 2009
dunia adalah cobaan bagi kita semua
Posted by Rasya Mayona at 09.14 1 comments
Labels: sebuah nama sebuah cerita
16 Januari 2009
Back to School
ini juga membingungkan kea entri sebelumnya. aku dan lia izin trus ke depan TU, trus dijemput sama bundaku. trus berangkat ke Ar-Rahman Motik, atau artik. kita disambut oleh guru-guru lama di situ. ada pak yahya, pak bambang, dan pastinya....pak ryan selaku kepsek. kita mulai presentasi jam 10, di depan anak-anak kelas 6, yg (pastinya) masih kukenal. ya iyalah, baru 6 bulan di labschool kebayoran. yang bikin aku kaget itu, ternyata antusiasme mereka itu besar. Alhamdulillah... trus pas ada sesi pertanyaan, banyak yang nanya juga, kebanyakan sih cowok. orang yg cewek cuma 2 orang, tita & nadhira. sampe ada yg nanya ada kak arif yang tubuhnya gede itu. tapi dia kan aksel, jadi sekarang udah lulus (sma-nya juga bukan di labschool). pak ryan bangga bgt sama aku & lia. sebelum pulang, kami nyamperin guru-guru, trus nyampein salam dari pak ucok buat pak firman (kocak nggak tuh), terutama pak dedi, mantan kepsek. Alhamdulillah, BACK TO SCHOOL BERJALAN SUKSES!!!
Posted by Rasya Mayona at 16.39 0 comments
Labels: back to school
04 Desember 2008
Surat resmi
PT. PELANGI INDONESIA Tbk
Alamat: Jl. Kenanga Merah V kav. 16-18 Jakarta Selatan
Alamat Pabrik: Jl. Diponegoro kav. 27-30 Surabaya
Telp: 8655725, 8654475 Fax: 8922456
Nomor : U/106/PT-PI//IX/2008 Jakarta, 3 September 2008
Lampiran : -
Perihal : Undangan seminar
“ Cara Mudah Menjaga Keseimbangan
Pekerjaan dan Spiritualitas”
Kepada
Yth. Karyawan/Karyawati
PT. Pelangi Indonesia Tbk
Di Jakarta
Dengan Hormat,
Pertama kami ucapkan puji syukur kepada Allah SWT, sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW, semoga Bapak/Ibu senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Amin.
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, kami mengadakan seminar “Cara Mudah Menjaga Keseimbangan Pekerjaan dan Spiritualitas” yang akan dilaksanakan pada:
Hari/ Tanggal : Sabtu, 6 September 2008
Waktu : Pukul 08.30-10.00 WIB
Tempat : Balai Kartini Jakarta
Pembicara : Rumyna Shalita & Hj. Amilia Sekarningsih
Untuk itu kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu pada acara ini. Kami juga mengingatkan kepada Bapak/Ibu yang sudah berkeluarga dapat mengajak anak-anaknya untuk mengikuti seminar ini.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak/Ibu sekalian, kami ucapkan terima kasih.
Direktur PT. Pelangi Indonesia Tbk,
Dra. Rasya Mayona Sangamar
Posted by Rasya Mayona at 20.06 0 comments
Labels: tugas
Pengalaman yang Mengesankan
Pengalaman yang Mengesankan
Pengalamanku yang tidak terlupakan yaitu pas aku ke Dufan sama temen-temen SD-ku beberapa hari setelah wisuda, karena kami mau kumpul-kumpul karena kami akan pisah sekolah. Waktu itu kami janjian ketemuannya di sekolah kami yang dulu biar gak pada bingung. Kami memakai dua mobil, salah satunya pakai mobilku. Aku juga mengajak adikku ke Dufan, ternyata ada juga temenku yang membawa adiknya. Sekitar jam 8 pagi kami berangkat. Sampai di sana, aku dan temen-temen mulai berdebat mau naik wahana apa dulu, dan debatnya sudah seperti debat presiden saja.
Aku sudah lupa pertama kali kami ikut wahana apa, tapi yang jelas yang terakhir adalah Arung Jeram, biar basah-basah sekalian. Ada satu wahana namanya Extreme Log, sudah kami rencanakan akan mengikutinya sejak awal. Tapi gara-gara antreannya sangat panjang, akhirnya tidak jadi. Saat kami makan siang di McDonalds, datanglah kejadian yang menggemparkan! Aku kan jalan-jalan sama temen-temen cewek, eh ternyata kita ketemu sama temen-temen cowok! Nah, salah satu temenku yang namanya Nurul, disorakin sama temen-temen lain karena ketemu sama “pacarnya”, namanya Didit!! Pantas saja selama perjalanan itu si Nurul selalu sms-an terus, tapi kami gak tau ternyata dia sms-annya sama Didit. Setelah makan siang, aku dan dua temenku, Diza dan Chindar berpencar sendiri dari rombongan. Kami main wahana yang cukup ekstrim, salah satunya yang aku ingat adalah Pontang-Pontang. Itu adalah pertama kalinya aku bermain permainan itu! Selama bermain wahana tersebut, kami cuma teriak-teriak karena terlalu senang. Setelah ditelpon, ternyata yang lainnya masih main Bianglala karena wahana yang lain antreannya sangaaaaaat……panjang. Setelah ditelusuri, ternyata Didit memang sengaja ingin ikut ke Dufan dan ia bilang ke Nurul. Wah…..sekali lagi Nurul disorakin oleh teman-teman.
Akhirnya sore pun tiba. Kami lagi-lagi berdebat ingin naik Arung Jeram atau Halilintar. Akhirnya kami memilih Arung Jeram karena beberapa anak termasuk aku sendiri takut naik Halilintar. Pas antre panjang, kami sudah sangat kepanasan. Rasanya aku ingin pingsan saja. Tetapi saat giliran kami, semuanya kena basah dan ternyata aku yang paling basah!!! Salah satu temanku, Shifa bilang, “Ya ampun, Rasya!!!Enak banget ya basah-basah!!!”. Dari kepala sampai kaki semuanya basah kuyup! Belum puas, kami mencoba sekali lagi dan antre panjang lagi. Tetapi kali ini kami tidak merasa panas karena sudah kena basah duluan. Tapi saat giliran yang kedua, kami malah tak tambah basah. Ya….tidak apa-apalah. Ketika malam tiba, sudah saatnya kami berpisah dan berjanji akan bertemu kembali lain waktu. Tetapi ada kabar yang mengejutkan!! Beberapa waktu lalu aku baru mendapat kabar bahwa Nurul dan Didit benar-benar pacaran! Hahaha…..Itulah pengalamanku yang menurutku paling menarik, dan aku tidak mau melupakannya.
Nama: Rasya Mayona
Kelas: 7D
No. Urut: 29
Cara Bercerita Pengalaman yang Baik
Semua orang tentunya memiliki pengalaman yang mengesankan, bukan? Pastinya orang yang memiliki pengalaman tersebut ingin rasanya berbagi cerita dengan teman-temannya. Tetapi, bagaimanakah cara bercerita pengalaman itu dengan baik dan benar?
Mungkin saja ada orang yang bercerita pengalaman, tetapi karena suatu hal, cara ia bercerita berkesan tidak menarik. Bagaimana kita menghindarinya? Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilalui agar kita mampu menguasai kemampuan bercerita yang baik:
1. Tentukan satu peristiwa yang menurutmu paling mengesankan.
2. Bayangkan dan ingat kembali peristiwa tersebut.
3. Buatlah kerangka cerita dari awal kejadian hingga kahir agar pendengar tidak bingung dengan ceritamu.
4. Gunakan kata yang menarik agar pendengar tidak bosan.
5. Berlatihlah bercerita, agar kita bisa lancar menceritakan peristiwa.
Dan bila kita akan bercerita di depan orang-orang, kita juga harus memerhatikan hal-hal berikut:
1. Perhatikan pendengar selama bercerita.
2. Lakukan interaksi agar mereka seolah terlibat dalam peristiwa yang sedang kita ceritakan.
3. Aturlah panjang pendek cerita. Sebaiknya, perpanjanglah bagian cerita yang paling menarik.
4. Gunakanlah kata-kata yang mudah dimengerti agar pendengar juga mampu memahami cerita.
5. Gunakanlah variasi suara, ekspresi wajah, dan gerak tubuh agar pendengar juga senang melihatnya.
Bila kita sedang menunggu giliran bercerita sementara teman yang lain sedang bercerita, kita juga harus menjadi pendengar yang baik, agar saat kita akan bercerita, kita tidak mengikuti kesalahan yang ada saat teman kita bercerita.
Posted by Rasya Mayona at 20.03 0 comments
Labels: pengalaman, tugas
22 November 2008
waktu ngerjain AKTUAL
Dasar cowok2 pada ga mau kerja!
tapi biarin deh
yang kerja cuma aku, ziha, dini (ketua tapi paling sering diomelin)
Untungnya si arif bisa nyumbang foto walaupun akhirnya ga kebuka, si aldi aksel nyumbang doa (sssstt....doanya manjur loh!)
Posted by Rasya Mayona at 09.33 4 comments
Labels: sebuah nama sebuah cerita
Buku Harian
Kamis, 31 Juli 2008
Pukul 10.25 WIB
Hari ini ada ujian menulis buku harian. Perasaanku....biasa aja sih. Tadi tuh si Dini telat masuk kelas, jadi dia ujian di luar. Tadi pagi aku bangun jam 04.30, biasanya aku bangun jam 5. Tapi sejak sekolah di Labschool jadi aneh, kok aku jadi suka bangun pagi ya? Ah, mau hari biasa atau libur, tetep aja aku bangun pagi buta. Mungkin udah jadi kebiasaan, kali.Nyampe sekolah jam 6 lebih, tapi di plaza udah rame aja. Anak SMP lah, SMA lah, sama aja! Abis tadarus pelajaran PKn tapi Bu Juju gak ada, jadi kata Bu Tina ngerjain Buku Kerja. Trus abis itu B. Indonesia tapi waktu jam pertama Pak Ucok belum masuk, baru masuknya pas abis istirahat. Dari tadi pas istirahat aku ngobrol aja sama temen-temen, trus yang daftar akselerasi dapet surat. Kita semua ngira kalo itu pengumuman lulus atau nggaknya, ternyata cuma hasil psikotes.Gak tau kenapa hari ini aku capek.....banget! Aku emang lagi pilek sih. Tapi biarin, aku harus tetep semangat!!!
Posted by Rasya Mayona at 09.33 0 comments
Labels: tugas

